PENGLIPURAN BANGLI

Jika sedang berlibur ke Bali tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi tempat yang satu ini. tempat ini sangat unik dan menarik yah.. itulah kata yang tepat untuk Desa Adat Penglipuran. ketika kita memasuki kawasan ini mungkin akan membuat kita bingung, karena semua pintu gerbang atau dalam bahasa Bali di sebut dengan “angkul-angkul” terlihat seragam satu dengan yang lainnya, dan memang demikianlah dibuatnya. Bangunan khas Bali terlihat sangat indah dengan jalan utama desa yang berupa jalan sempit yang lurus dan memiliki anak tangga serta kebersihaan yang selalu dijaga oleh masyarakatnya. Meski desa adat Penglipuran saat ini sudah tersentuh modernisasi yakni perubahan kearah kemajuan namun tata letak perumahan di masing masing keluarga tetap menganut falsafah Tri Hita Karana, Sebuah falsafah dalam agama Hindu yang selalu menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, serta manusia dengan Tuhan.  dengan tetap melestarikan tradisi yang mereka warisi dari para leluhurnya.

susunan letak bangunan di desa adat Penglipuran sebagai berikut: Bangunan suci yang terletak di hulu,  perumahan di tengah  dan lahan usaha tani di pinggir atau hilir. Rumah masing-masing keluarga hampir seragam mulai dari pintu gerbang,  bangunan suci(merajan) dapur, tempat tidur, ruangan tamu, serta lumbung untuk menyimpan padi. Pintu gerbang yang memiliki bentuk yang seragam terletak di sisi timur dan barat serta berhadap-hadapan satu sama lainnya. Tembok pekarangan tepatnya dibuat dari tanah liat dengan bentuk dan warna seragam.  Bahan baku bambu untuk atap angkul-angkul tersedia dalam jumlah banyak karena tumbuh subur di desa adat Penglipuran. Desa adat Penglipuran mempunyai hutan bambu yang cukup luas, yang dapat dijadikan sebagai jalur hiking. Keadaan hutan yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjunginya. Sangatlah tepat jika desa adat Penglipuran dijadikan sebagai desa tujuan wisata.  Desa wisata semakin populer belakangan ini sebagai alternatif dari pariwisata konvensional.

Image

Lalu dimana lokasi desa adat Penglipuran?

Desa adat penglipuran tepatnya berada di Kelurahan Kubu Kabupaten Bangli, kurang lebih 45 km dari kota Denpasar. Apabila ditempuh dengan kendaraan bermotor akan menempuh  kurang lebih satu jam perjalanan. karena terletak di dataran tinggi menjadikan udara di desa adat penglipuran tergolong dingin. Keasrian desa adat penglipuran dapat dirasakan mulai dari memasuki kawasan pradesa. Balai masyarakat dan fasilitas kemasyarakatan serta ruang terbuka pertamanan,  semakin menambah keaslian alam pedesaan. (berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s