DESA BALI AGA ( DESA TENGANAN KARANGASEM)

Tenganan adalah sebuah desa tradisional di pulau Bali. Desa ini terletak di kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Desa tenganan merupakan salah satu desa Bali Aga, yang dimaksud dengan desa Bali Aga adalah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang tata masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang mereka. Bentuk dan besar bangunan serta pekarangan, pengaturan letak bangunan, hingga letak pura dibuat dengan mengikuti aturan adat yang secara turun-temurun dipertahankan.

Image

ADAT ISTIADAT

Keseharian kehidupan di desa ini masih diatur oleh hukum adat yang disebut awig-awig. Rumah adat Tenganan dibangun dari campuran batu merah, batu sungai dan tanah. Sementara atapnya terbuat dari tumpukan daun rumbi. Rumah adat yang ada memiliki bentuk dan ukuran yang relatif sama, dengan ciri khas berupa pintu masuk yang lebarnya hanya berukuran satu orang dewasa. Ciri lain adalah bagian atas pintu terlihat menyatu dengan atap rumah. 

Penduduk desa ini memiliki tradisi unik dalam merekrut calon pemimpin desa, salah satunya melalui prosesi adat mesabat-sabatan biu (perang buah pisang). Calon prajuru desa dididik menurut adat setempat sejak kecil atau secara bertahap dan tradisi adat tersebut merupakan semacam tes psikologi bagi calon pemimpin desa. Pada tanggal yang telah ditentukan menurut sistem penanggalan setempat (sekitar bulan Juli) akan digelar ngusaba sambah dengan tradisi unik berupa mageret pandan (perang pandan). Dalam acara tersebut, dua pasang pemuda desa akan bertarung diatas panggung dengan saling sayat menggunakan duri-duri pandan. Walaupun akan menimbulkan luka, mereka memiliki obat antiseptik dari bahan umbi-umbian yang akan diolesi pada semua luka hingga mengering dan sembuh dalam beberapa hari. Masyarakat Tenganan mengajarkan dan memegang teguh konsep TRI HITA KARANA (konsep dalam ajaran Hindu) dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tri berarti tiga dan Hita Karana berarti penyebab kebahagiaan untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan.

KAIN GRINGSING
Image
 
Ciri khas Desa Tenganan tentu saja kain tenun ikat yang disebut kain Gringsing, itu pula yang membuat desa ini lebih dikenal dengan nama desa Tenganan pegringsingan. Kain Gringsing mengandung makna sebagai semacam penolak bala, ini jika dilihat dari kata gringsing yang berasal dari kata gering yang artinya wabah dan sing yang artinya tidak, jadi kata Gringsing bisa berarti terhindar dari wabah. Untuk membuat kain gringsing benang yang dipakai berasal dari kapas Bali, selain bahannya yang langka proses pembuatan kain juga terbilang rumit bisa dibutuhkan waktu sampai sepuluh tahun untuk bisa menghasilkan selembar kain berkualitas bagus. karena proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama, harga kain gringsing pun sangat mahal. untuk ukuran selendang saja harganya sekitar Rp.500.000 dan jika lebih lebar lagi harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Kain Gringsing sering digunakan sebagai pakaian adat saat upacara berlangsung seperti saat Ngusaba Sambah yang biasanya jatuh pada bulan Juni-Juli, para daha teruna (muda-mudi) wajib mengenakan kain gringsing saat menari tarian yang bernama Rejang Abuang.

LOKASI

 
Jika Anda ingin mengunjungi desa ini dari Denpasar jarak yang ditempuh kira-kira kurang lebih 70 km ke arah timur melalui jalan By Pas IB. Mantra, tiba di Candi Dasa Anda belok menuju ke utara sekitar 3 km. Setelah melewati desa Pesedahan Anda akan melihat papan ucapan selamat datang di Desa Tenganan. Dengan harga tiket masuk ke desa ini sebesar Rp. 10.000/ orang anda bisa menikmati suasana desa Bali Aga dan juga jangan lupa membeli souvenir khas desa Tenganan.
 
 
 
 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s