Berlibur ke Pulau serangan Bali

Salah satu dari tempat yang menarik untuk dikunjungi di Bali adalah Pulau Serangan. Serangan adalah sebuah pulau kecil yang terletak 5 km di sebelah selatan Kota Denpasar, Bali. Pulau yang memiliki panjang maksium 2,9 km dan lebar 1 km ini termasuk wilayah Kota Denpasar, Bali. Serangan memiliki lingkungan, masyarakat yang beragama, budaya dan pariwisata yang selama bertahun-tahun memiliki nilai tambah bagi perkembangan pariwisata Bali. Pulau ini masih dipertahankan sebagai ikon yang diberkati dengan suasana keindahan laut dan keagungan rohani.

Kata Serangan disebutkan berasal dari kata “sira” dan “angen”. Dulu, dalam pelayaran yang melelahkan dari Makassar, para pelaut sering singgah di Serangan untuk mencari air minum. Setelah minum di sana, mereka pun akhirnya terkena pengaruh sira angen atau orang-orang disekitar sana menyebut merasa sayang atau kangen dengan Serangan. Sehingga, tak sedikit dari pelaut Bugis itu memutuskan menetap di sana. Di Pulau Serangan, satwa langka penyu sering mendarat untuk bertelur.Di sanalah “rumah” yang nyaman bagi berbagai jenis ikan hias, ikan konsumsi, udang, kepiting dan berbagai biota laut lainnya.Serangan yang mengekspos pulau sebagai daerah yang telah berhasil pencampuran suasana laut, spiritualitas dan budaya dengan getaran kreatif multikulturalisme, semangat komunitas,dan berkelanjutan. Begitu banyak pesona yang di tawarkan di Pulau Serangan, bila berkunjung ke tempat ini jangan lupa untuk mengunjungi sebuah pura yang di kenal oleh masyarakat Hindu dengan Pura Sakenan. Nama Pura Sakenan berasal dari kata sakya yang berarti menyatukan pikiran langsung kepada Tuhan. Tempat suci di Serangan dibangun oleh Mpu Kuturan pada abad ke-12 dan sebagian lagi oleh Danghyang Nirartha pada abad ke-15. Orang suci membangun tempat suci ini karena juga merasa sira angen dengan keindahan alam yang natural dan vibrasi spiritual Serangan. Maka, dibangunlah di situ tempat suci yang memiliki kekhasan arsitektur mirip dengan Pura Luhur Uluwatu yang berlokasi di ujung selatan Pulau Bali. Sementara itu, dalam “Dwijendra Tattwa” disebutkan bahwa Danghyang Nirartha di tempat suci ini sempat melakukan penyatuan pikiran dan diri dengan Tuhan. Dalam perjalanan suci mengelilingi pantai-pantai di Pulau Bali, beliau sempat menetap di Serangan. Di situlah beliau membangun Pura Dalem Sakenan. Kisah perjalanan Danghyang Nirartha ini akhirnya jadi tradisi masyarakat Hindu di seantero Bali di saat karya besar di Pura Dalem Sakenan yang bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Mengingat Pulau Serangan terpisah dari daratan Bali, para pamedek itu tangkil dari daratan Bali menuju Serangan dengan menaiki jukung. Saat air laut dalam kondisi surut, para pamedek harus siap berjalan kaki melewati semak belukar, menyisir hutan bakau yang panjangnya sekitar dua kilometer. Tradisi itu berlangsung dari masa ke masa.Namun sekarang untuk hal akses yang mudah dari daratan Bali ke Pulau Serangan , membuat Serangan menjadi sebuah tempat ekowisata yang menekankan aspek petualangan yang unik dan menawan. Jika anda ingin menikmati keindahan alam Pulau Serangan yang “real”, kunjungi lah pulau ini dan dapatkan wisata yang menarik di pulau ini. Serta tidak usah kawatir selain tempat mudah di akses , anda juga bisa menyewa tour guide sebagai pemandu anda. (berbagai sumber) serangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s